loading...
Rool Game And Get Free BitCoin up to $200/hour
Mau BTC Free? Masukkan Wallet BTC Kamu DISINI dan Claim. 100 Claim/Days

Apple Sembunyikan Kunci Walaupun ke FBI Sekalipun

Apple - Sudah tak asing lagi bagi kita mendengarnya, perusahaan raksasa smartphone ini baru-baru diberitakan menolak kerjasama dengan pemerintah dalam membantu penyidikan atas teroris ! 

Perdebatan antara melindungi privasi individu dengan menjaga keamanan nasional kembali menjadi sorotan di dunia ketika pada Selasa (16/2/2016), Apple menolak perintah pengadilan Amerika Serikat untuk membantu Biro Investigasi Federal (FBI) meretas ponsel iPhone yang digunakan seorang pelaku kejahatan. Apa benat FBI tak berkutik dengan keamanan apple tersebut??? Bisa saja FBI berbohng iyakan>???? 
 

"Pemerintah Amerika Serikat telah menuntut Apple untuk mengambil langkah yang belum pernah dilakukan sebelumnya dan mengancam keamanan pelanggan kami. Kami menentang perintah ini, yang memiliki implikasi lebih jauh dari kasus hukum yang terjadi," tulis CEO Apple, Tim Cook, dalam pernyataan resmi yang dimuat laman resmi Apple.

Momen seperti ini, lanjut Cook, harus dibahas secara publik, dan Apple ingin agar pelanggan dan orang di AS memahami apa yang dipertaruhkan oleh perintah pengadilan tersebut.

Apa yang dipikirkan oleh perusaaan Cuppertino, California, AS ini sehingga berani menolak permintaan FBI kemudian perintah Pengadilan????

Penembakan San Bernardino


Semua berawal dari insiden penembakan yang dilakukan oleh tiga orang bersenjata di San Bernardino, California, AS, pada 2 Desember 2015 waktu setempat. 14 orang tewas dan 22 luka-luka dalam peristiwa yang terjadi di sebuah bangunan milik dinas sosial AS. Dua pelaku kejahatan, Syed Rizwan Farook dan istrinya, Tashfeen Malik, tewas dalam baku tembak dengan aparat keamanan AS setelah sempat kabur.

Pada proses penyelidikan selanjutnya, menurut The New York Times, FBI menemukan barang bukti berupa sebuah iPhone 5c produksi 2013 yang sempat digunakan oleh Farook. Biro penyelidik itu kemudian berusaha meretas ponsel tersebut untuk berupaya mencari bukti apakah tindakan pasangan suami-istri itu berkaitan langsung dengan kelompok radikal dari Suriah, ISIS.

etapi ponsel tersebut diproteksi oleh kata kunci dan FBI kesulitan untuk menembus enkripsi yang digunakan iOS. Sebagai fitur standar penjaga keamanan, iOS akan secara otomatis menghapus semua data dalam ponsel jika salah memasukkan kata kunci 10 kali berturut-turut.

Menurut Cook, Apple telah membantu FBI semaksimal mungkin dalam kasus San Bernardino ini. Akan tetapi, ia menolak ketika FBI meminta Apple untuk membuat "pintu belakang" (backdoor) untuk meretas masuk ke dalam data ponsel milik Farook tersebut.

Cook menyatakan Apple tidak memiliki backdoor dalam sistem operasi gawai mereka dan menganggap pintu belakang itu terlalu berbahaya untuk dibuat.
FBI, seperti ditulis Gizmodo, lalu menggunakan surat perintah pengadilan yang meminta Apple untuk menciptakan versi iOS baru yang digunakan spesifik untuk iPhone 5c itu sehingga bisa dibuka tanpa menyebabkan data-data di dalamnya terhapus.


Dan akhirnya, kami takut permintaan ini akan menenggelamkan kebebasan dan kemerdekaan yang selama ini coba dilindungi oleh pemerintah.

Tim Cook, CEO Apple


Individu vs. Negara

Permintaan pengadilan tersebut kembali memanaskan perdebatan antara "privasi individu" versus "kepentingan keamanan nasional".
Di satu sisi privasi individu adalah hal yang dijunjung tinggi di AS, di sisi lain keamanan nasional juga harus dijaga dengan berbagai cara.
Isu yang sudah mengemuka sejak Edward Snowden mengungkapkan bahwa Badan Keamanan Nasional (NSA) dan beberapa lembaga pemerintah AS lainnya melakukan pengawasan berskala besar terhadap warga negara AS. Snowden juga menyatakan bahwa badan pemerintah tersebut mencoba bernegoisasi atau melakukan peretasan agar bisa masuk ke dalam server beberapa perusahaan teknologi besar di dunia.
Kembali ke kasus Farook ini, pertanyaannya memang bukan apakah para ahli teknologi Apple bisa membuat backdoor tersebut atau tidak. Pengamat keamanan teknologi, Dan Guido, dalam tulisan di blognya yakin Apple bisa membuat perangkat lunak yang diminta FBI tersebut.

Tetapi, jika Apple meluluskan permintaan itu, ada masalah besar yang bakal mereka --dan juga perusahaan teknologi lainnya-- hadapi. Kepercayaan pelanggan terhadap keamanan produk tersebut pastinya bakal jauh menurun.
"Sekali informasi (untuk meretas sistem keamanan iOS) itu diketahui, atau cara untuk menerobos kode diungkapkan, enkripsi tersebut bisa dibongkar oleh mereka yang berpengetahuan," tutur Cook.
Ia juga menyatakan bahwa tidak ada yang bisa menjamin backdoor tersebut tidak akan jatuh ke tangan orang yang salah.
Electronic Frontier Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang berupaya melindungi hak-hak pengguna dunia digital, mendukung keputusan Apple itu.
EFF khawatir jika permintaan FBI ini diluluskan maka akan menjadi preseden buruk di masa depan dan bisa menjadi dasar untuk meminta hal yang sama kepada perusahaan teknologi lain.
"Sekali kunci induk dibuat, kami yakin pemerintah akan meminta itu lagi, untuk ponsel lain, dan menggunakan kekuasaan tersebut terhadap perangkat lunak atau gawai yang menawarkan sistem keamanan yang kuat," tulis EFF.
The New York Times memperkirakan Apple bakal mengajukan banding dalam beberapa hari ke depan.
"Meski kami yakin FBI memiliki tujuan mulia, pemerintah melakukan tindakan yang salah jika memaksa kami membangun sebuah pintu belakang untuk menuju produk-produk kami. Dan akhirnya, kami takut permintaan ini akan menenggelamkan kebebasan dan kemerdekaan yang selama ini coba dilindungi oleh pemerintah," pungkas Cook dalam pernyataan resminya.


source of this articel https://beritagar.id/



Thank for visit this blogg, semoga bermanfaat !!!
Apple Sembunyikan Kunci Walaupun ke FBI Sekalipun Apple Sembunyikan Kunci Walaupun ke FBI Sekalipun Reviewed by Muh Aslan on March 25, 2016 Rating: 5

No comments:

loading...
Rool Game And Get Free BitCoin up to $200/hour
Powered by Blogger.